Tahun 1999 Syekh Ahmad Yassin menyatakan firasat dan prediksinya ketika diwawancarai Al-Jazeera. Ia mengatakan bahwa israel berdiri dari pondasi ketidakadilan, penindasan, dan perampasan hak bangsa Palestina. Entitas yang berdiri seperti ini takdirnya adalah hancur, lanjutnya. Namun hari ini menghitung mundur beberapa bulan sebelum 2027, israel terlihat semakin bertingkah semakin biadab. Tidak hanya genosida di Gaza yang terus dilanjutkan tanpa interupsi langsung dari negara manapun, tapi juga pogrom di Tepi Barat, pembangunan pemukiman-pemukiman ilegal baru, dan bahkan menggoyah status Al-Aqsa.
Di tengah segenap kebiadaban penjajah tersebut sebetulnya tidak sedikit juga isu-isu keretakan di dalam tubuh politisi israel terdengar. Netanyahu mengeluarkan kampanye anti-boikot terhadap dirinya. Ia sadar bahwa sentimen negatif atas dirinya meningkat. Belum lagi kasus korupsi yang mengancam karir politiknya.
Di sisi lain, secara zahir gerakan perlawanan seperti kehilangan sokongan. Tiap kali mereka meminta para penjamin gencatan senjata bertindak ketika ada serangan israel, tidak ada yang benar-benar bertindak. Bahkan Iran yang saat ini masih berhadapan langsung tidak memasukan Jalur Gaza sebagai bagian dari klausa gencatan senjata mereka.
Ikuti, seminar Online Kepalestinaan: “KERUNTUHAN ISRAEL 2027” Seberapa Dekat dengan Kenyataan Hari Ini? bersama Ustadz Amar Risalah. Sabtu, 12 September 2026, Pukul 09.00 WIB – selesai
Klik link di bawah untuk daftar:
bit.ly/SeminarKepalestinaanKomnasPalestinaJabar2026
bit.ly/SeminarKepalestinaanKomnasPalestinaJabar2026
bit.ly/SeminarKepalestinaanKomnasPalestinaJabar2026
bit.ly/SeminarKepalestinaanKomnasPalestinaJabar2026